Alkisah suatu ketika dahulu, Kapak, Gergaji, Palu, dan Nyala Api sedang mengadakan suatu perjalanan bersama-sama. Di suatu tempat, perjalanan mereka terhenti kerana terdapat sepotong besi waja yang menghalang jalan. Mereka berusaha menyingkirkan besi wajatersebut dengan kekuatan yang mereka miliki masing-masing.
“Itu dapat aku singkirkan,” kata Kapak. Pukulan-pukulannya keras sekali menghentam besi yang kuat dan keras itu. Tapi setiap hentaman hanya membuat kapak itu lebih tumpul sampai ia terpaksa berhenti.
“Sini, biar aku yang urus,” kata Gergaji. Dengan gigi-gigi yang tajam tanpa perasaan, iapun mulai menggergaji. Tapi terkejut dan kecewa ia, semua giginya jadi tumpul dan jatuh.
“Lihat, aku sudah cakap,” kata Palu, “Kan aku sudah cakap anda semua tak dapat lakukan. Sini, sini aku tunjukkan caranya.” Tapi baru sekali ia memukul, kepalanya terpantul sendiri, dan besi tetap tak berubah.
“Boleh aku cuba?” tanya Nyala Api. Dan iapun melingkarkan diri, dengan lembut menggeluti, membelai, memeluk, dan mendakap besi itu erat-eratnya seperti tak mahu melepaskannya lagi. Besi yang keras itupun meleleh cair.
Renungan :
Ada banyak hati yang cukup keras untuk melawan kemurkaan dan amukan kemarahan demi harga tinggi. Tapi jarang ada hati yang tahan melawan nyala api cinta kasih yang hangat. Betapa kebijaksanaan ada dalam sebuah kelembutan dan kehangatan, seperti api mencairkan hati yang dingin. Ah, tak ada yang tahan berhadapan nyala cinta kasih.
Selasa, 25 November 2008
Kekuatan Api Cinta
Diposting oleh
c Lady's Cuantix
di
23.05
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Link Alternatif
guest boOk
Blog Archive
-
▼
2008
(27)
-
▼
November
(27)
- Tanda-tanda Awal Jatuh Cinta
- Cerpen Cinta : Lelaki Yang Kucinta
- Cerpen Cinta: Cinta Yang Hilang
- Cerpen Sedih - Senyuman Terakhir
- Kekuatan Api Cinta
- Tip Kekasih - Mengeratkan Hubungan Cinta
- Berdosakah Aku Bercinta?
- Quiz Test "Kepribadian"
- Cinta & Logika
- Dunia Ku Yang Kecil
- Penggalan Cerita Hati
- Memori: Ibunda
- "Uniknya Asmara" "Ciat...,uhgt..., akh..., ciat......
- cErPeN
- cErPeN
- ReSeNsI nOvEL AyAT-aYaT CiNtA
- rEfLeKSi
- Untuk MuMata itu indahTeduh damai bertahtaTiada ta...
- pUiSi
- Puisi: Cermin Kalbu
- Puisi: Hati Yang Berahasia
- Puisi: Buku Hati Bunda
- Puisi: Karena Ku Wanita
- Refleksi: Cermin dan Bayangan Diri
- Puisi: Tak Ingin Berubah Nyata
- sELeDrI
- bUNgA EidELwIS
-
▼
November
(27)
0 komentar:
Posting Komentar